Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT Selasa dini hari, harga jagung berjangka mengakhiri sesi perdagangan di teritori positif (14/02). Harga jagung menguat tadi malam setelah adanya kabar bahwa parlemen Yunani menyetujui rencana pemotongan anggaran besar-besaran di dalam negeri guna mengamankan bantuan tahap kedua dari Uni Eropa dan IMF.
Di samping arahan positif dari Yunani tersebut harga jagung juga menguat didorong oleh kondisi fundamental bullish, terutama dari sisi permintaan. Diperkirakan bahwa impor jagung ke China akan mencapai setengah dari pasokan jagung di AS selama setidaknya 10 tahun ke depan. Kondisi ini merupakan dorongan menguat bagi harga komoditas.
Harga jagung berjangka untuk kontrak bulan Maret mengalami peningkatan harian sebesar 7.75 sen dan ditutup pada possii 6.3950 dolar per bushel. Sedangkan harga jagung berjangka untuk kontrak Mei mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 7.5 sen dan ditutup pada posisi 6.43 dolar per bushel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai bahwa untuk sementara ini harga tampaknya masih akan cenderung berada dalam trend melemah. Harga tidak akan mengalami pergerakan menguat yang terlalu berlebihan karena kondisi ekonomi global tampak masih muram. Kisaran yang akan dialami oleh harga jagung adalah 6 – 7 dolar per bushel.
Sumber : vibiznews.com







![]() | Hari ini | 478 |
![]() | Kemarin | 352 |
![]() | Minggu Ini | 3900 |
![]() | Bulan Ini | 10928 |
![]() | All | 134733 |