Harga jagung untuk perdagangan Jumaat (17/2) tercatat mengalami kenaikan. Jagung menguat akibat adanya laporan bahwa ekspor jagung AS selama bulan Januari mengalami kenaikan sebesar 1,07 juta metrik ton. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan tertinggi sejak bulan Oktober 2011. Faktor meningkatnya ekspor jagung AS di sebabkan oleh kondusifnya cuaca dan juga naiknya permintaan setelah para kompetitor produsen jagung mengalami cuaca ekstrem seperti yang terjadi di Rusia dan Ukraina.
Jagung berjangka untuk bulan Mei mengalami kenaikan 1,4% menjadi 6,3975 dollar per bushel dengan level support sebesar 6,25 dollar per bushel dan level resistant sebesar 6,42 dollar per bushel.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga jagung diperkirakan akan masih mungkin melanjutkan kenaikan setelah muncul laporan bahwa AS dan China akan melakukan kerjasama di bidang pangan termasuk berkaitan dengan ekspor-impor gandum.
Sumber : vibiznews.com







![]() | Hari ini | 105 |
![]() | Kemarin | 568 |
![]() | Minggu Ini | 1661 |
![]() | Bulan Ini | 12630 |
![]() | All | 136435 |