Ekspor jagung India hingga September tahun pemasaran 2011/2012 bisa mencapai 3,5 juta ton, didorong oleh harga dunia yang lebih tinggi dan persediaan panen. India merupakan penghasil jagung kedua terbesar di Asia setelah Cina namun bukan merupakan negera penting dalam hal ekspor. Tujuan utama ekspor jagung India adalah Malaysia, Indonesia dan Vietnam. Pada tahun 2010/2011, India mengekspor sebesar 3.2 juta ton jagung, hasil panen sekitar 21,6 juta ton, turun sedikit dari hasil panen tahun sebelumnya yaitu 21,7 juta ton Konsumsi dalam negeri setia tahun sekitar 17 -18 juta ton.Sejauh iini, pedagang India mengirim sekitar 3,1 juta ton dan dengan mudahnya dapat mengirim kembali 400 ribu ton jagung pada dua bulan berikutnya, kata Amit Sachdev.
Melemahnya nilai mata uang India, rupee dan harga jagung dunia yang meningkat membuat pedagang jagung India menjual kepada pedagang pakan ternak di Malaysia, Vietnam dan Indonesia, meskipun terjadi lonjakan harga di dalam negeri, kata Sachdev.
Pedagang India juga menarik untung dari kelebihan jagung ini, sementara lainnya menghadapi permintaan Cina yang tinggi. Saat ini sepertinya Cina meningkatkan import jagung menjadi 4 juta ton pada masa tanam 2011/2012 dari tahun sebelumnya yaitu 1,3 juta ton tahun 2010/2011. Harga jagung India sekitar $300/ton, termasuk biaya asuransi dan freight ke wilayah Asia tenggara , lebih murah dari yang ditawarkan oleh jagung Amerika Selatan sekitar $330 hingga $340.
Pada Bulan Juni lalu, Vietnam menolak jagung dari India sebanyak 6,300 ton terkait adanya hama dalam jagung tersebut, namun saat ini kontrol kualitas sudah lebih ditingkatkan kata Sachdev. Hasil jagung India tahun depan mungkin akan turun dipengaruhi rendahnya musim hujan monsoon, meskipun para pejabat perindustrian dan pedagang tetap optimis jika hujan akan naik beberapa minggu kedepan. (sumber : in.reuters.com)







![]() | Hari ini | 294 |
![]() | Kemarin | 352 |
![]() | Minggu Ini | 3716 |
![]() | Bulan Ini | 10744 |
![]() | All | 134549 |