Harga Jagung Masih Lanjut Naik oleh Kondisi Tanaman AS yang Makin Buruk

Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi harga jagung berjangka tampak kembali mengalami kenaikan yang cukup signifikan (27/07). Harga komoditas ini terangkat menguat di tengah laporan bahwa kondisi tanaman jagung di AS makin terdegradasi akibat kekeringan yang melanda negara tersebut.

Harga jagung berjangka sempat mengalami peningkatan tajam minggu lalu dan mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah, disebabkan oleh kekeringan parah di AS. Kekeringan saat ini merupakan yang terburuk dalam 50 tahun belakangan. Kondisi tanaman makin memburuk menurut laporan dari Departemen Pertanian AS.

Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember tampak mengalami penutupan pada posisi 7.9175 dolar per bushel. Harga jagung mengalami kenaikan sebesar 0.5% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan tadi malam harga komoditas ini sempat mengalami penurunan sebesar 1.1%.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting masih menilai bahwa pergerakan harga jagung akan cenderung menguat. Kondisi cuaca yang buruk masih menjadi faktor pendorong utama kenaikan harga komoditas tersebut. Akan tetapi kemungkinan koreksi tetap tinggi apabila harga naik terlalu berlebihan. Harga komoditas kemungkinan akan bergerak di kisaran 7.5 - 8.5 dolar per bushel. (sumber : vibiznews.com)

blog comments powered by Disqus
  • PDF